6 Tip Dan Trik Memilih CCTV Yang Dirahasiakan Penjual

April 19, 2017

Apapun motivasinya saat anda memutuskan untuk membeli cctv, baik itu untuk memantau baby sitter di rumah, memantau tempat kerja, dan motif lainnya anda pasti setuju sebenarnya anda membeli output system yang berupa gambar. Gambar yang diinginkan tentunya gambar yang bagus bukan? Kinclong, kalo bisa plat nomor mobil kelihatan dari jarak jauh. Atau pas malam dalam keadaan gelap total, gambar tetap terlihat karena adanya lampu LED IR (Infra Red).

Ada harga ada rupa. Ada harga tentunya gambar cctv yang dihasilkan diharapkan bagus juga bukan? Karena pembelian cctv tentunya bukan investasi sedikit. Diperlukan kehati-hatian dalam memilih. Postingan kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan dan tentunya bisa dibuat sebagai panduan saat akan membeli cctv. 

HD Coax Atau IP Camera?

Saya lebih suka menyebutnya HD Coax daripada analog. Yang ada dikepala saya saat orang menyebut analog ada kata TVL. Kenapa saya menyebutnya HD Coax? Karena listrik yang dirambatkan pada media coax bukan lagi sinyal listrik murni. Berbeda dengan analog, sinyalnya murni listrik 1 Vp-p. cmiiw.




HD Coax sangat direkomendasikan untuk digunakan di rumah-rumah, ruko, pertokoan, perkantoran dengan ukuran menengah. Nah saat area yang akan dipasang sangat luas, atau terdiri atas banyak gedung, IP Camera menjadi pilihan yang sangat tepat. Contohnya di area perkebunan, rumah sakit, atau institusi dengan banyak gedung terpisah.
 
AHD, HDCVI, dan HDTVI adalah teknologi HD Coax, atau teknologi cctv High Definition yang dirambatkan pada kabel coax. Pada

Nah tentukan mau menggunakan HD Coax atau IP Camera? Kalau dipasang di rumah gunakan HD Coax! Silahkan saja menggunakan IP Camera. Tapi tahukah anda tidak semua teknisi menguasai teknologi ini. Akan sulit memanggil teknisi yang menguasai IP Camera saat ada trouble shooting. Oiya, DVR (alat perekam kamera) HD Coax sudah support IP Camera, jadi kalau anda memutuskan akan memasang satu IP Camera, bisa dihubungkan ke DVR HD Coax. Jangan takut semua teknologi HD Coax sudah support tentunya dengan segala keterbatasan.


Online Atau Offline?

Kita samakan dulu persepsinya ya. Online maksudnya cctv bisa dipantau dari jarak jauh menggunakan program/apps via internet. Offline berarti cctv digunakan untuk keperluan lokal saja alias hanya untuk merekam aktivitas saja tanpa ada fitur dilihat via internet.
Nah jika fitur cctv online menjadi motivasi anda untuk memasang cctv saya sarankan menggunakan cctv dengan brand terkemuka. Pabriknya jelas. Kenapa? Karena brand besar menjamin ketersediaan server cloud untuk keperluan online.



Sementara saya hanya menggunakan Dahua dan menyarankan Hikvision. Lainnya? Saya belum ada pengalaman, jika ada rekan teknisi yang sedang membaca artikel ini dan mempunyai pengalaman bagus dengan brand lain, tolong tulis di kolom komentar, akan sangat menolong customer yang sedang membaca artikel ini. Kecuali anda terbatas alokasi budget nya untuk menggunakan merk tersebut, silahkan gunakan merk selain itu dan minta penjualnya untuk mendemokan fitur online apps nya dan pastikan saat di tap langsung konek dan keluar gambar!


Kamera 1 MP / 1.3 MP atau 2 MP?

Tentunya kamera degnan resolusi 2 MP akan lebih baik. Entah kenapa kamera yang beresolusi 2 MP kualitas dan profil pencahayaan dan warnanya lebih bagus dari yang 1 MP/ 1.3 MP (tidak selalu ya). Selain itu di brand Dahua angle kameranya lebih lebar (wide) bisa sampai 100 derajat. Entah di merk lain.

Konsekuensi menggunakan kamera 2 MP ada 2. Pertama, harga lebih mahal dan tentunya DVR yang digunakan harus support 2 MP juga. Kamera 2 MP dan DVR yang support 2 MP harganya lebih mahal dibanding yang 1 MP/ 1.3 MP. Kedua, Harddisk/HDD atau tempat penyimpanan rekaman memerlukan kapasitas yang lebih besar.

Hitung-hitungan kasarnya adalah sbb: 4 unit kamera 1 MP/1.3 MP memerlukan HDD 2 TB agar bisa merekam kurang lebih sebulan. 8 kamera 1 MP/1.3 MP memerlukan HDD 4 TB. 16 kamera 1 MP/1.3 MP memerlukan HDD 8 TB (Total jumlah kamera / 2 = Besarnya kapasitas HDD yang diperlukan).
4 unit kamera 2 MP memerlukan HDD dengan kapasitas 4 TB. 8 unit kamera 2 MP memerlukan HDD dengan kapasitas 8 TB. 16 unit kamera 2 MP memerlukan HDD dengan kapasitas 16 TB. Jadi 1 kamera 2 MP memerlukan penyimpanan sebesar 1 TB agar dapat merekam selama kurang lebih 1 bulan.
Ingat, hitungan diatas hanya perkiraan/perhitungan kasar.

Ada juga cara lain yang sering digunakan untuk menghemat penyimpanan. Yaitu dengan ncara mengaktifkan mode rekaman motion detect. DVR hanya akan merekam saat ada pergerakan di kamera. Mode rekaman kontinyu dan motion detect bisa dikombinasikan dengan schedule (penjadwalan). Sekiranya ada ruangan yang sibuk pada jam-jam tertentu bisa dipertimbangkan menggunakan mode motion detect. 

Harap diperhatikan, paket yang ditawarkan oleh teman-teman penjual cctv rata-rata menggunakan kamera 1 MP/1.3 MP. Bisa ditanyakan gambar yang dihasilkan saat pencahayaan nanggung seperti apa. Pencahayaan nanggung itu, gelap tidak terang juga tidak, simpelnya kurang cahaya, bukan gelap total. Pada kondisi pencahayaan yang nanggung, kamera yang bagus gambar akan menghasilkan gambar yang masih jelas.

Saran saya, jika ada alokasi budget berlebih pilih yang 2 MP. Kalaupun budget sangat terbatas coba minta sampel gambar kamera 1 MP/1.3 MP HD Coax teknologi AHD dengan sensor Sony Exmor saat cahaya nanggung. Referensi saya baru Sony Exmor diluar brand terkemuka. Mungkin pembaca ada yang bisa kasih masukan?  


DVR AHD, HDCVI, atau HDTVI?

Pilih DVR dengan teknologi 5 in 1 atau Pentabrid. Apa itu DVR 5 in 1 atau pentabrid? DVR yang bisa merekam kamera semua teknologi, yaitu CVBS (analog/TVL), AHD, HDCVI, HDTVI, dan bahkan IP Camera. Kenapa sampai ada istilah 5 in 1 atau Pentabrid? Karena awal-awal kemunculan HD Coax, DVR HD Coax hanya bisa merekam kamera dengan teknologi yang sama. DVR AHD hanya bisa merekam kamera AHD, DVR HDCVI hanya bisa merekam kamera HDCVI. Saat itu antara AHD, HDCVI, dan HDTVI belum ada kompatibilitas. Seiring berkembangnya teknologi kini DVR HD Coax bisa merekam antar teknologi. Dan tentunya harga DVR 5 in 1 atau Pentabrid lebih mahal dibanding dengan DVR dibawahnya.



DVR berbasis teknologi AHD yang sudah 5 in 1 relatif lebih murah dibanding DVR Pentabrid berbasis teknologi HDCVI ataupun HDTVI.

Saran saya, jika budget sangat terbatas dan tidak memerlukan fitur online, go ahead dengan DVR 5 in 1 AHD. Oiya ada cctv AHD dengan brand SPC yang supportnya bagus. Saya sering lihat supportnya di komunitas facebook. Mungkin ada rekan yang menggunakan SPC? silahkan kasih testimoni hasil kamera dan fitur online nya.

Jika budget terbatas dan menginginkan fitur online yang handal, silahkan pilih cctv HDCVI atau HDTVI yang non pentabrid, konsekuensinya pilihan kamera jadi terbatas.  


Power Supply Plugin, Jaring Dengan Box, Atau Jaring Tanpa Box?

Penggunaan dirumah sangat saya sarankan menggunakan power supply jaring dengan box. Lebih bagus lagi yang menggunakan pengaman PTC bukan fuse. PTC (Positive Temperature Coefficient) fungsinya sama, untuk memutus aliran listrik saat ada beban berlebih atau korsleting. Bedanya dengan fuse adalah, saat ada korslet, fuse akan putus dan harus diganti. PTC saat ada korslet akan memutuskan aliran, PTC akan tetap memutus sampai korslet atau beban berlebih ditiadakan/hilang. PTC akan pulih otomatis setelah korsleting hilang.


Power supply jaring dengan box sudah dilengkapi dengan pengaman. Saat ada masalah di salah satu kamera tidak akan mengganggu kamera lain. Berbeda dengan power supply jaring tanpa box. Biasanya tidak ada pengamanan individu perkamera. Saat ada korsleting di salah satu kamera, otomatis semua kamera akan mati.


Pemasangan menggunakan power supply jaring dengan box akan lebih rapih dibanding yang tanpa box atau power supply plug-in. Power supply plug-in adalah power supply satuan, biasanya disebut dengan adaptor. Sangat cocok digunakan jika jarak kamera sangat jauh dengan DVR. Power supply plugin ini sangat tepat dipasang dekat dengan kamera, tidak terpusat di DVR. 


Kabel RG59 atau RG 6?

RG 59 biasa digunakan di rumah, ruko, perkantoran dan area lainnya yang tidak terlalu luas dan minim interferensi. Pastikan jika anda membeli paket kabel yang digunakan adalah kabel RG 59 dengan power, biasa disebut dengan Siamese Cable. Saya biasa menggunakan kabel dengan merk LG LS.



RG6 biasa digunakan di area pabrikan, dan powernya terpisah. Harganya tentu lebih mahal dari RG59. Tidak terlalu banyak yang bisa saya share tentang kabel. Sekedar pengetahuan bisa di baca di artikel saya lainnya di sini.

Sekian postingan saya kali ini. Semoga membantu dan bermanfaat. Pilihan dan saran saya subjektif ya, jika menurut pembaca ada yang lebih bagus silahkan share dikolom komentar.

Share jika dirasa bermanfaat.



Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Alia Gupta
AUTHOR
May 5, 2017 at 7:09 PM delete

This article, it was really informative. Thanks for sharing..
Projector For Rent In Delhi

Reply
avatar
July 26, 2017 at 5:22 PM delete

hello we are working on CCTV systems in iran and very interested to your website thanks
مدار بسته

Reply
avatar

Maaf jika ada pertanyaan yang tidak saya jawab, dikarenakan kesibukan penulis yang tidak memungkinkan untuk selalu online. Dan mohon maaf untuk iklan dengan terpaksa saya hapus. EmoticonEmoticon